Pdt. Dr. Jacob Nahuway-gbi mawar saron jakarta

7 UNGKAPAN ALLAH BAGI UMAT-NYA
Oleh Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA

“Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebagai hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya,

tetaip Aku menyebut kamu sahabat karena Aku telah memberitahukan kepada kamu

segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu.” – Yohanes 15:15.

Tujuh ungkapan Allah bagi umat-Nya ini merupakan yang terakhir dan akan dimulai dengan 7 kuasa Yesus Kristus. Dan thema terakhir ini berbunyi: Yesus menyebut kamu sebagai sahabat. Allah yang maha kuasa bersahabat dengan manusia yang biasa. Melakukan segala perkara, bersahabat dengan manusia yang tak berdaya. Dan sebagai sahabat Allah rindu empat hal mewarnai kita sebagai sahabat.

Sebagai sahabat Allah mereka adalah objek dari kasih-Nya (ayat 13)

Atau dengan lain kata sahabat Allah adalah mereka yang dikasihi-Nya. Tahukah Anda pemberian yang tersebesar sebagai bukti kepada kita? Jawabannya adalah nyawa-Nya. Jadi kalau nyawa-Nya dapat dipertarukan apalagi yang lainnya. Biar ini menjadi fondasi untuk mengarungi tahun 2009. Dapatkah tahun 2009 ini kita berjalan dengan kuatiran kalau kita menjadi objek kasih? Jika kita yakin bahwa Ia mempertaruhkan nyawa-Nya, sukarkah Ia menghadirkan roti yang kita perlukannnya dan bukannya batu? Dia mengasihi kita dengan kasih nyata. Dan kasih Tuhan tidak pernah berubah. Ia mengasihi kita dengan kasih kekal dan bukan musim. Dia mengasihi kita dengan kasih yang ditujukan kepada siapa saja.

Sebagai sahabat Allah adalah mereka yang menuruti perintah (ayat 14)

Jadi kalau kita disebut sahabat Allah, maka kita berkewajiban mentaati semua perintah Tuhan. Dengan lain kata jika kita melanggar firman Tuhan dan tidak mencintanya berarti kita bukan sahabat-Nya.

Kita tidak akan kekurangan apapun karena Ia menjamin sahabat. Persyaratannya ialah jangan meragukan firman-Nya. Firman harus menjadi panduan hidup kita di tahun 2009. Berapa banyak di antara kita meragukan firman, mendengarnya tidak dengan hati terbuka. Karena bagaimana Tuhan bisa memberkatinya. Firman tetap firman. Kita duduk mendengarkannya tanpa berpikir siapa yang memberitakannya.

Kita perlu tanya kepada Tuhan dan bukan diluar Tuhan. Jangan tanya kepada hari kemarin, Karena mungkin hari kemarin penuh dengan kegagalan. Pengalaman itu satu-satunya guru buat hidup, sehingga kita bisa belajar dari kegagalan. Tetapi juga hari kemari diwarnai dengan doa yang dijawab, penyakit yang disembuhkan sehingga menciptakan dalam dada rasa syukur dan bangga, untuk mengatakan Engkau dahsyat, ajaib dan heran. Untuk memberi pupuk pada imandan menyakini, kalau dulu Engkau tolong, sekarang Ia tolong dan tolong terus (Keluaran 17:7). Kita dicobai untk meyakinkan bahwa Tuhan itu menyertai atau tidak mungkin pada waktu kita okey-okey saja mungkin kita berkata: Tuhan Allah hadir dirumah ini. Tapi coba anak sakit, istri sakit, Usaha ditipu orang. Dapatkah kita berkata: Tuhan Allah hadir. Hari-hari, minggu-minggu, dan bulan-bulan ini akan diwarnai dengan mariba dengan dimana kita dicobai dapatkah kita berkata: Tuhan Allah hadir. Tapi kalau kita yakin, bahwa Tuhan hadir, Dia buktikan kehadiran-Nya. Dan apakah ada yang menghambat kehadiran-Nya bagi sahabat-sahabat-Nya.

Apakah resesi dapat menghambat sahabat-sahabat-Nya di tahun 2009 ini? Hanya tergantung kita. Singkirkan keragu-raguan. Jadi kita bertanya Tuhan lewat firman-Nya perihal hari kemarin. Atau untuk hari ini apa yang sedang kita jalani (Mazmur 95:7-9). Mujizat yang dilakukan-Nya bukti dari kehadiran-Nya. Kita tidak boleh berjalan dengan keraguannya tapi dengan percaya. Ada banyak hal-hal yang perlu tanya sama Tuhan (Yeremia 33:3). Hari-hari ini danhari-hari yang akan datang, sukar apa Tuhan membuka rahasia bagi sahabat-Nya.

Sebagai sahabat Allah yaitu mereka yang dipilih ( ayat 16).

Sahabat Allah itu menggambarkan mereka yang dipilih. Pilihan tidak jatuh pada orang-orang khusus. Allah tidak gegabah atau sembrono. Dia menghargai hak kita manusia. Manusia bisa melukai perasaan kita tapi Tuhan tidak. Mengapa kita tidak bisa setia.

Pilihanannya itu tergantung dari kerelaan hati kita. Pada saat itulah Dia menyatakan kuasa-Nya. Kenapa Yesus pilih Petrus, Karena hatinya gampang. Tuhan butuh percaya bukan banyak bertanya. Allah akan memampukan orang pilihan Allah (2 Korintus 3:5). Tak putus-putusnya rahmat Tuhan itu selalu baru.

Sebagai sahabat Allah adalah mereka yang berbuah (ayat 16)

Jadi sahabat Allah itu merek ayang berbuah. Buah adalah target akhir didalam kerajaan-Nya. Jika tanaman tidak berbuah kapak tersedia untuk menebang (Matius 3:10). Kita semua adalah pohonnya. Apakah buah Anda? Ingat Yesus mendekati pohon ara, ternyata tidak ada buahnya. Kita haru rela pergi dan menghasilkan buah. Pergi lewat doa, persembahan dan pergi sendiri.

Siapakah sahabat Tuhan itu? Orang yang dikasihi, mentaati perintah, yang dipilih dan orang yang berbuah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: